Miracle Of Giving : Keajaiban dalam Saling Memberi
Namun ada yang berbeda pada awal bulan Agustus ini, Ajib dan kawan – kawan harus bersedih dan menelan kedukaan, pasalnya sang ustadz tidak memberikan santunan sembako kepada mereka bulan ini, bukan karena si ustadz tega….. si ustadz muda ini juga dalam kesedihan yang mendalam, sang ustadz pun tidak bisa tidur dan gak enak makan, bahkan sampai penyakit asma si ustadzpun kambuh karena sudah terlalu memforsir tenaga dan pikirannya untuk berdo’a dan berikhtiar bagi mereka.
“ Ya Allah, ampuni hamba dan sahabat – sahabat hamba yang tak mampu mengemban amanah yatim dan dhu’afa –Mu…dan membuat mereka berduka...Bantu hamba ya Rabb.....Kutkan hamba Ya Rabb......” dalam kesedihan hati sang ustadz muda ini tak hentinya berdo’a, pasalnya saldo kas benar – benar sedang kosong, sedekah yang masuk 2 bulan terakhir tidak berimbang dan tak cukup untuk dibagi ke 30 santri yatim piatu dan dhu’afa Yayasan darul ‘Ilmi Al fikri, terlebih ditambah banyaknya jumlah santri yang sakit bahkan terakhir jum’at kemarin si Kessi pun pigsan sesaat menjelang kami sholat isya berjamaah dan secepatnya dilarikan kerumah sakit.
Kesedihan dan kedukaan Ajib si yatim cilik dan 29 santri yatim piatu & dhu’afa lainnya bertambah dalam, karena ISTANA YATIM mereka pun terancam hilang, sebab ruko tempat kegiatan biasa mereka belajar pelajaran ekstrakulikuler tersebut telah habis sewanya pada tgl 1 bulan agustus ini, ironi memang disaat baru saja mereka bergembira merasakan fasilitas pendidikan yang didapatkan anak – anak mampu seusia mereka, kini mereka harus kembali bermimpi lagi tentang itu semua, ironisnya lagi group pecinta mereka ( pecinta yatim facebook ) telah beranggotakan 4ribu lebih, namun tak berdaya menafkahi 30 anak yatim……….
Sebenarnya sang ustadz muda ini sudah berusaha menutup rapat masalah ini, dari donatur dan para pecinta yatim lainnya. Namun mungkin Allah ingin sang ustadz muda ini berbagi cerita ini kepada semua agar mereka merasakan kedukaan yang dirasakan oleh para kekasih Allah tersebut.
Saudaraku………
Pedulikah engkau terhadap nasib mereka ?? Masihkah engkau enggan membantu mereka ?? Tegakah engkau melihat hati mereka menjerit sakit, hingga basah wajah mereka dengan air mata karena kesedihan yang mendalam ??
Saudaraku…….
Tegakah kita membiarkan mereka menyambut ramadhan yang mulia dengan dalamnya duka ??
Saudaraku………
mulia memang menghadiahkan mereka senyuman, namun jauh lebih mulia menghadirkan senyum di wajah mereka.......
Saudaraku.........
Mereka tak hanya butuh " like " or " comment " ........sekarang mereka butuh "action " nyata.......
Saudaraku......
Seberapapun yang engkau sisihkan……… berharga buat mereka…….
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
silahkan beri comentar anda disini